Audiensi Dengan Walikota Sutiaji, PSSI Askot Malang Dapat Pencerahan

PSSI Askot Malang mendapat kehormatan, dengan berkesempatan melaksanakan audiensi dengan Walikota Sutiaji di rumah dinas, pada Minggu (30/06). Dalam audiensi tersebut, PSSI Kota Malang mendapatkan banyak masukan dan pencerahan dari orang nomor satu di Kota Pendidikan tersebut.

Dalam kesempatan ini, rombongan PSSI Askot Malang yang dipimpin langsung oleh ketua umumnya Haris Thofly, menyampaikan berbagai permasalahan dan juga prestasi yang telah didapat PSSI, khususnya sepanjang tahun 2018 hingga saat ini.

Dua hal krusial yang disampaikan oleh Haris, adalah terkait dengan minimnya dana yang didapatkan oleh PSSI dari KONI Kota Malang. Pada tahun 2019 ini, PSSI Askot Malang mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 1,6 miliar. Namun angka tersebut dinilai tidak ideal untuk tahun ini, karena dalam waktu yang bersamaan PSSI Kota Malang harus mengikuti Porprov 2019 (sepak bola, futsal putra dan putri), Liga 3 Jatim (Persema Malang), serta juga menggelar kompetisi internal yang sudah lama berhenti.

Selain soal dana, PSSI Askot Malang jufa menyampaikan harapannya bisa menggunakan fasilitas lapangan milik pemerintah daerah, seperti misalnya Lapangan Luar Gajayana, secara intensif dengan dispensasi pendanaan. Karena selama ini, untuk menyewa lapangan tersebut PSSI masih harus merogoh kocek dalam.

Dalam hal ini, Sutiaji langsung memberikan respon. Terkait minimnya pendanaan, ia berharap PSSI bisa bergandengan dengan Badan Usaha  Milik Daerah (BUMD) seperti PDAM dan juga Bank Jatim, yang dalam pertemuan tersebut, perwakilannya juga dihadirkan oleh Sutiaji.

“Soal dana memang dialami oleh siapapun. Terkait dengan berapa dana yang dikucurkan KONI itu bukan domain saya. Karena memang tugas saya hanya melihat berapa dana hibah untuk KONI dari APBD, soal pembagiannya itu ada di KONI, dan semoga ke depan nilai yang ideal bisa dikucurkan untuk PSSI,” kata Sutiaji.

“Namun dalam hal ini, PSSI juga harus jelas untuk bisa mengeset target dan tujuan dari program – programnya. Apa mau diarahkan jadi industri profesional seperti Arema, atau kita fokus di pembinaan, sebagai ‘pabrik’ nya pemain,”

“Terkait dana yang masih dibutuhkan baik untuk Persema atau juga kompetisi PO/PS, kami berharap dari pertemuan ini yang ada PDAM dan yang lain, PSSI bisa menjalin komunikasi untuk mungkin bisa mendapatkan solusi dan bersinergi untuk kemajuan sepakbola Kota Malang,” ucap Sutiaji.

Sementara terkait dengan penggunaan lapangan, Plt Dispora Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni yang turut hadir, berjanji akan mencoba memfasiltasi keinginan PSSI. Bahkan cabor apapun yang ingin menggunakan sarana di Dispora ia akan membantu.

Hanya saja, ia menuturkan Dispora tidak bisa memberikan gratis penggunaan fasilitas – fasilitas tersebut, karena hal tersebut akan bertabrakan dengan perda. Oleh karena itu Ida Ayu mempersilahkan semua pihak yang ingin menggunakan lapangan dan fasilitas lain, bisa mengajukan dispensasi kepada kepala daerah, sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Kita siap, demi Kota Malang dan juga kepentingan cabor. Silahkan PSSI mengajukan jadwal kepada kami, biar tidak bertabrakan dengan yang lain soal lapangan. Kemudian soal sewa menyewa, silahkan juga mengajukan dispensasi. Karena kalau gratis tidak mungkin, karena memang sudah menjadi peraturan daerah,” kata wanita yang juga menjadi Kepala Dinas Pariwisata.

Haris Thofly sendiri mengaku berterimakasih dengan adanya pertemuan ini, karena PSSI akhirnya mendapatkan solusi dan pencerahan. Ia berharap sinergitas semacam ini bisa tersebut terbangun, demi kemajuan dunia olahraga di Kota Malang.

“Kita banyak mendapat masukannya dalam pertemuan ini. Pak Wali sangat merespon keluhan kami, dengan menghadirkan pihak – pihak seperti PDAM dan Dispora. Semoga dari pertemuan ini, PSSI bisa terus bersinergi dan membanggakan Kota Malang,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *