Catat Poin Sempurna Dari Putaran Pertama, Ini Tantangan Persema U-17 di Putaran Kedua, Piala Soeratin 2019

Persema Malang U-17 memang tampil sempurna di putaran pertama  Grup D kualifikasi Piala Soeratin 2019. Tim besutan Mahmudiana tersebut mencatakan tiga kemenangan dari tiga laga, dengan memasukkan 13 gol dan tanpa kebobolan sama sekali. Meskipun begitu bukan berarti menurut Manajer Tim Kristia Yudha tim ini tanpa kekurangan.

Menurut Yudha, Persema Junior memang berhasil memenuhi ekspektasi dengan mendapatkan poin sempurna dari putaran pertama grup D yang dihuni Mojokerto FC, Jember United dan Metro FC tersebut. Hanya saja, yang menjadi sorotannya adalah level emosi dari tim yang dibentuk sejak beberapa bulan yang lalu tersebut.

Menurutnya anak – anak Persema Junior terlalu mudah terpancing emosi, khususnya ketika melawan tim yang bermain dengan karakter keras, seperti ketika bersua Metro FC atau juga Jember United. Karena dalam pandangan Yudha, ketika tim bermain dalam emosi, selain mudah mendapatkan pelanggaran hingga berujung kartu, juga bisa mengacaukan permainan.

“Tentu saja dengan putaran pertama kita bisa meraih poin sempurna ini jadi keuntungan besar bagi kami, di putaran kedua mendatang, ini akan jadi modal besar. Hanya saja, saya masih menyoroti level emosi anak- anak, mereka mudah terpancing, apalagi kalau lawan bermain keras dan cepat. Permainan mereka jadi kurang jalan,” tutur Yudha.

Pria yang sudah puluhan tahun bergelut dengan si kulit bundar ini pun berharap, di putaran kedua di Jember pada awal Oktober mendatang, para pemain Persema Junior lebih sabar dan pintar memainkan emosi.

“Jadi PR kami di manajemen dan pelatih untuk bisa bagaimana anak-anak tidak mudah terpancing emosi, karena tentu jadi merugikan. Apalagi kami akan bermain tandang di Jember, tentu tantangannya akan lebih berat. Memang dari segi usia, ya wajar kalau mudah emosi, hanya tentu kalau bisa lebih terkontrol akan jadi keuntungan besar bagi mereka,” lanjutnya.

Di putaran kedua nanti, Yudha kembali mentargetkan Persema bisa sapu bersih poin, seperti di putaran pertama. Hanya saja, tentu perlu kerja keras lebih dibanding putaran pertama, karena saat ini semua lawan tentu sudah saling mengenal kekuatan.

“Dari segi teknik sudah tidak ada masalah. Anak -anak sudah memenuhi ekspektasi pelatih dan manajemen. Sehingga target kami di putaran pertama, tetap sapu bersih. Tapi tidak akan mudah, karena sekarang semua tim di grup sudah saling tahu kekuatan. Tentu ini jadi tantangan kami untuk bisa meracik taktik terbaik di putaran kedua Jember mendatang,” pungkas Yudha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *