Askot Malang Bangga, Satu Pemain Binaannya Turut Hantarkan Timnas Indonesia Raih Perak di SEA Games 2019

PSSI Askot Malang turut berbangga dengan torehan Timnas Indonesia yang mampu melenggang hingga babak final di SEA Games 2019 Filipina, dan meraih medali perak, setelah di final harus menyerah tiga gol tanpa balas dari Vietnam yang akhirnya tampil sebagai juara.

Rasa bangga insan sepakbola di Kota Malang juga semakin menebal, karena ada salah satu pemain binaannya di dalam kubu Skuat Garuda Muda tersebut. Ia adalah bek Dodi Alexvan Djin, yang beberapa waktu lalu sempat jadi bagian dari tim Askot Kota Malang dengan bendera Persema 1953.

Menurut mantan pelatih Alex di tim internal PSSI Askot Malang FC Porto dan juga Persema 1953 Andrean ‘Ambon’ Dedy dirinya merasa senang dan bangga bahwa salah satu anak didiknya, ada yang bisa turut menghantarkan Pasukan Merah Putih berprestasi di multi event level Asia Tenggara tersebut.

“Saya sangat bangga dan senang ya, karena Alex bisa jadi bagian skuat Timnas U-23. Apalagi dia juga bukan hanya cadangan, tapi bisa menunjukkan kualitas yang baik ketika diberikan kesempatan untuk bermain,” ujar Ambon.

pict by: ngopibareng.id

Alex sendiri memang pernah menjadi bagian dari Askot PSSI Malang. Ketika tahun 2016/2017 ia bergabung dengan salah satu klub internal anggota PSSI Kota Malang bersama Porto FC. Tampil menyakinkan bersama tim Porto, ‘pemain yang sering dimainkan sebagai bek tengah tersebut, akhirnya ‘naik kelas’ dengan memperkuat klub Persema 1953 di musim 2017 yang berkompetisi di Liga 3 Jawa Timur.

Menurut Ambon yang memang sejak awal Alex tiba di Malang sudah menanganinya di tim Porto, pemain asal Ternate tersebut merupakan pemain yang punya karakter dan mental pantang menyerah, selain didukung kemampuan fisik dan bermain bola yang baik. Sehingga sejak lama mantan bek Persema tersebut sudah memprediksi bahwa Alex akan jadi pemain besar di kemudian hari.

“Dari dulu kemampuan Alex sudah menonjol. Dia punya mental dan karakter pantang menyerah yang bagus. Selain juga keinginannya besar untuk belajar hal – hal baru. Dengan modal tersebut ditambah fisiknya yang OK, saya sejak dulu sudah punya harapan jika dia bisa menjadi pemain di level tinggi. Alhamdullilah sekarang sudah tercapai dengan Timnas dan Persik Kediri,” lanjut pria yang juga anggota tim pemandu bakat PSSI Askot Malang ini.

Menurut Ambon adalah tidak mudah bagi Alex yang satu – satunya pemain dari Liga 2 harus bersaing dengan pemain lain di Timnas U-23 yang berasal dari kasta lebih tinggi bahkan jebolan klub – klub luar negeri. Apalagi menurutnya, Indra Sjafri adalah pelatih yang benar – benar mengedepankan kualitas ketika memilih pemain untuk diturunkan.

“Alex saya kira sukses membuktikan kualitasnya. Ia mendapatkan menit bermain dan sempat jadi starter dan bermain baik. Bukan soal mudah harus bersaing dengan pemain – pemain lain yang dari Liga 1. Saya juga tahu Coach Indra (Sjafri) juga sangat selektif kalau pilih pemain,” tuturnya.

Disamping nama Dodi Alexvan Djin yang kini berprestasi bersama Timnas U-23 dan juga musim depan merasakan Liga 1 bersama Persik Kediri, masih ada beberapa nama pemain muda jebolan Askot Malang/ Persema yang sudah lebih dahulu merasakan kompetisi Liga 1. Mereka adalah winger Rival Lastori yang kini bermain bersama klub papan atas Borneo FC, serta juga Anan Lestaluhu yang musim ini meraih juara bersama Bali United.

Suatu kebetulan. ketiga pemain ini memang satu angkatan ketika berada di bawah binaan PSSI Askot Malang

Tentu saja hal ini menjadi langkah positif bagi PSIS Askot Malang dan Persema yang memang bertekad kembali menjadi gudang dan produsen pemain – pemain berlevel nasional di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *