Akhiri Putaran Pertama Liga 3, Persema Bukukan Kemenangan Atas Sinar Harapan

Persema Malang sukses mengakhiri putaran pertama Grup H Liga 3 Jawa Timur dengan hasil manis, setelah berhasil membukukan kemenangan 2-1 atas tim Sinar Harapan Sidoarjo dalam laga pekan ke-4 di Stadion UMM Malang, Senin (09/09).

Dua gol kemenangan Bledeg Biru dalam laga tersebut dicatat oleh gelandang Senior Agus Wahedi (6″) melalui titik putih, setelah pemain Sinar Harapan divonis wasit lakukan pelanggaran di kotak 16. Sementara gol kedua dicatatkan penyerang andalan Alan Nuri melalui sontekan pendek di menit ke 17″.

Persema memang bermain cukup dominan di babak yang pertama. Pelatih Irwanto yang menurunkan duet Alan Nuri dan Septian Febri, berhasil membuat tim tamu Sinar Harapan bermain nyaris bertahan sepanjang babak.

Sedangkan di babak kedua, Sinar Harapan yang tidak mau pulang tanpa poin, bermain lebih agresif. Merespon hal tersebut, Persema yang bermaksud untuk mempertahankan poin kemenangan pun, mengganti striker Septian Febri dengan gelandang Andhika Agraprana.

Alhasil, di babak kedua, ganti Sinar Harapan yang mampu tampil lebih dominan, dengan Persema yang sesekali mengandalkan serangan balik, dengan bertumpu kepada Alan Nuri dan Ciputra Ari.

Terus diserang, gawang Persema pun akhirnya jebol. Setelah Deni Kriswanto menyarangkan gol dari tendangan penalti di menit ke-73″. Wasit menghadiahi tendangan penalti, setelah pemain Persema melakukan handsball di kotak terlarang.

Namun berkat konsentrasi tinggi di lini bertahan, hingga laga berakhir, Persema berhasil mempertahankan kemenangan 2-1 atas Sinar Harapan, dan kembali meraih tiga poin.

Kapten Persema Ciputra Ari menyebut, bahwa fokus dan kebersamaan tim, serta modal kemenangan dari away ke Deltras di pekan sebelumnya jadi modal berharga untuk bisa kembali mengamankan tiga poin dari Sinar Harapan, yang disebutnya bermain luarbiasa.

“Syukur kami bisa kembali meraih kemenangan. Semoga tren positif ini bisa terus berlanjut. Kekompakan dan konsentrasi teman-teman jadi kunci kemenangan. Sinar Harapan bermain sangat baik, dan ini laga yang sulit,” sebut Ciputra.

Sementara asisten pelatih Sinar Harapan M Aminuddin mengakui bahwa kedua tim sebenarnya sudah bermain dengan bagus dan berimbang. Hanya saja, kepemimpinan wasit menurutnya sedikit mengecewakan.

“Kami menyoroti wasit yang kurang bijak dalam memimpin pertandingan. Namun secara permainan, saya sebut berimbang, baik Sinar Harapan dan Persema bermain sama – sama baiknya,” ucapnya.

Hasil ini menghantarkan Bledeg Biru kini mampu bersaing di papan atas Grup H dengan tabungan 7 poin, hasil dua kali menang, satu kali kalah dan satu kali imbang. Persema kini menempel ketat Sumbersari FC yang bercokol di puncak klasemen dengan 10 poin.

Diiringi Shalawat, Persema U-17 Siap Berlaga di Piala Soeratin

Tim Persema U-17 akhirnya resmi diluncurkan pada Sabtu malam (07/09) di Hall Stadion Gajayana Malang. Shalawat dan doa mengiringi peluncuran tim besutan Mahmudiana tersebut.

Peluncuran skuat Bledeg Biru Licek memang berlangsung sederhana, namun penuh kehidmatan. Dengan kehadiran langsung orangtua para pemain, jajaran pengurus PSSI Askot Malang, serta dari KONI Kota Malang.

Selain selamatan, sesi peluncuran 23 pemain muda Persema tersebut, juga diiringi lantunan shalawat dan doa, dengan harapam agar tim Persema Malang muda bisa sukses di kejuaaraan tertua di Indonesia tersebut.

Disampaikan oleh Manajer Persema U-17 Kristia Yudha, bahwa tim ini merupakan hasil seleksi dan pembinaan panjang, sejak bulan Juli 2019 lalu.

“Mereka adalah bibit terbaik dari Malang. Diseleksi dari ratusan pesepakbola yang berasal dari klub internal Persema sejak Juli lalu,” ucap pria yang menoleh jika disapa Yudha ini.

Terkait dengan target, Yudha memastikan, bahwa menjadi wakil dari Jatim jadi capaian yang sudah ditetapkan. Sebagai target panjangnya, pria yang sudah 33 tahun bergelut di pembinaan sepakbola ini, berharap ada diantara pemain Persema U-17 yang bisa masuk ke Timnas kelompok umur.

“Target pendek, tentu bisa juara grup, dan lolos mewakili Jatim. Kalau ke depan, saya sangat berharap ada diantara anak-anak ini yang masuk ke Timnas. Karena sudah lama tidak ada pemain asal Malang yang bercokol di Pasukan Garuda,” lanjutnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum PSSI Askot Malang Zamroni berharap, skuat Persema di tahun ini, baik junior maupun senior bisa menunjukkan prestasi terbaik, sehingga menjadi titik balik kebangkitan sepakbola Kota Malang, seperti di era 90-2000an.

“Malang ini dahulu dikenal sebagai gudangnya pesepakbola nasional. Saya berharap adik-adik di Persema tahun ini bisa memberikan upaya terbaik demi prestasi dan kebanggaan warga Malang. Saya optimis bisa,” kata Zamroni.

Mantapkan Tim, Persema U-17 Juarai Trofeo di Blitar

Persema U-17 yang diproyeksikan berlaga di Piala Soeratin mulai 11 September mendatang, mulai menunjukkan taji nya, dengan berhasil menjadi juara pada turnamen segitiga (Trofeo) di Blitar, Minggu (01/09).

Terjun di Trofeo Blitar dan melawan tuan rumah PSBK serta Sumbersari FC. Bledeg Biru Licek mampu tampil impresif.

Pada pertandingan pertama, tim besutan Mahmudiana ini bermain imbang 2-2 dengan PSBK. Persema Junior harus menerima hasil imbang, setelah sebelumnya bisa unggul dua gol lewat Rafif dan Aris.

Sementara di laga kedua, melawan tim sekota Sumbersari FC, Persema licek mampu tampil trengginas, dan menyudahi perlawanan Sumbersari dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Gol-gol Persema dicatatkan oleh, Ihwan (2) dan Arin.

Hasil tersebut sudah cukup membuat Persema menjadi juara pada mini turnamen di Stadion Soepriadi Blitar.

Menjadi juara di Blitar, menjadi modal berharga bagi Persema yang akan menjadi tuan rumah grup penyisihan di Piala Soeratin U-17.

 

Ditundukkan Sumbersari FC, Persema Siap Evaluasi Permainan

Laga kandang perdana di Liga 3 Jawa Timur Persema Malang, tidak berakhir dengan mulus. Setelah tim berjuluk Bledhek Biru tersebut dipaksa menyerah dari tim tamu yang juga asal Kota Malang, Sumbersari FC dengan skor 3-1 di Stadion Gajayana, Selasa (27/08).

Atas hasil negatif tersebut, tim pelatih dan pemain Persema Malang, kompak akan mengevaluasi penampilan dan permainan mereka, demi bisa kembali mendapatkan poin di laga- laga berikutnya.

Satu- satunya gol Persema dalam laga yang disaksikan seribuan penonton tersebut, diciptakan oleh pemain senior Agus Wahedi, melalui tendangan keras dari luar kotak penalti pada babak pertama.

Warga Malang yang menyaksikan di Stadion Gajayana. (MO Persema)

Sebenarnya Persema sempat punya peluang menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di akhir babak pertama, setelah Sumbersari dihukum tendangan penalti, akibat handball salah satu pemainnya. Namun sayang tendangan eksekutor Persema, Ciputra berhasil ditepis oleh kiper tim tamu.

Di babak kedua, Persema sebenarnya mampu bermain cukup menekan. Namun pertahanan Sumbersari yang rapi, mampu membuat kandas peluang – peluang Persema. Tim tamu, justru mampu menambah gol, jelang babak kedua berakhir, melalui striker andalannya Lucky Ariawan.

Persema pun harus mengakui keunggulan tamunya dengan skor 1-3. Asisten pelatih Persema Aldy Doormantoro mengatakan bahwa penampilan anak asuhnya kali ini dibawah form terbaik mereka. Khususnya setelah kegagalan penalti, yang membuat mental pemain jadi menurun.

Kapten Persema Ciputra, mencoba lepas dari kawalan pemain Sumbersari FC (MO Persema)

Aldy menyebut bahwa pihaknya akan mengevaluasi penuh penampilan para pemain, dan memperbaiki kesalahan – kesalahan yang ada, demi bisa meraih poin penuh di laga selanjutnya.

“Harus kami akui, Persema bermain di bawah form terbaiknya.  Gagal penalti membuat penampilan kami jadi tidak maksimal. Evaluasi akan jadi hal terpenting yang akan kami lakukan. Karena masih ada enam pertandingan lagi di depan. Peluang kami masih besar,” tegas Aldy.

Sementara bek andalan Persema Hendra Putra Putra, juga mengamini pernyataan Aldy. Menurutnya semua pemain Persema tidak boleh lagi terpuruk dan bersedih. Mereka akan secepatnya mengevaluasi diri, bangkit, dan kembali memburu poin di laga selanjutnya.

“Kami harus melakukan evaluasi. Pemain sendiri harus sadar, bahwa kami juga ada kesalahan dan harus segera diperbaiki. Kami tidak akan menyerah dan terus berusaha mendulang poin dan kemenangan,” tegas Hendra.

Laga Persema berikutnya, adalah menantang tuan rumah Deltras di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu (31/08). Persema yang kini baru mengemas satu poin, masih terpuruk di dasar klasemen grup H. Sementara Sumbersari FC masih bercokol di puncak klasemen dengan poin sempurna 9 dari tiga laga.

Hadapi Derby Ngalam, Persema Siap Amankan Poin Penuh di Kandang

Tim binaan PSSI Askot Malang Persema, akan ditantang tim sekota Sumbersari FC di Stadion Gajayana, Selasa (27/08).

Dalam laga kandang perdana tersebut, Bledhek Biru bertekad memetik poin penuh, demi bisa menjaga nama besar Persema Malang.

Menghadapi Sumbersari FC yang bermodal dua kemenangan di dua laga awal musim ini, pelatih Persema Irianto memastikan bahwa anak asuhnya dalam kondisi siap tempur. Mental akan dia jadikan fokus, dalam upaya mendapatkan tiga poin di laga kandang perdana Liga 3 Jatim musim 2019 ini.

“Sumbersari FC jelas punya kualitas. Enam poin bisa mereka rengkuh dari dua laga sebelumnya. Namun kami juga sudah mengantongi kekuatan mereka,”

“Ini laga derby, sehingga gengsinya tentu berbeda. Kami ingin bisa memuaskan suporter yang datang. Sehingga tiga poin wajib kami amankan. Mental pemain akan jadi kunci,” tutur pelatih yang akrab disapa Eweng ini.

Sementara, bek kanan Persema Hendra Putra juga mengamini pernyataan pelatihnya tersebut. Menurutnya, kini mental pemain sudah dalam kondisi terbaik, namun tetap akan mewaspadai kekuatan Sumbersari.

“Insha Allah kami siap. Kami akan bermain all out, sesuai instruksi pelatih demi tiga poin. Apalagi ini laga home perdana,” tegas Hendra.

Sementara Asisten Pelatih Sumbersari FC  Noor Adli memastikan, bahwa timnya tidak akan silap dengan nama besar Persema, dan tensi tinggi laga derby. Tim pelatih sudah menyiapkan strategi terbaik, demi bisa meneruskan tren positif Sumbersari di Liga 3 Jatim.

“Tekanan jelas hadir dalam laga derby. Namun kami sudah berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Berbagai taktik sudah kami persiapkan demi bisa mendapatkan poin dari Persema,” kata Noor.

Sedangkan pemain Sumbersari, Riski Mey menyatakan bahwa pemain tim dengan logo khas burung elang tersebut tidak akan gentar dalam melawan Persema dan siap dengan tekanan yang akan dihadapi.

“Pemain sudah siap. Kami akan berupaya sekuat tenaga untuk bisa dapat poin dari Persema dan terus berada di papan atas,” ucapnya.

Laga derby Persema kontra Sumbersari FC akan berlangsung di Stadion Gajayana pada Selasa 28 Agustus. Kickoff akan dimulai 15.15 WIB, tanpa tiket masuk alias free.

Laga Perdana Persema Amankan 1 Poin Di Kandang Putra Jombang

Tim Persema Malang mengawali langkahnya di Liga 3 Jatim dengan mantap, setelah berhasil menahan imbang 1-1 Putra Jombang di kandangnya, Lap. Polda Jatim, Surabaya, Jumat (02/08).

Mengawali laga dengan formasi 4-2-3-1, Persema tampak tampil hati-hati di menit-menit awal. Terbukti, tim tuan rumah justru mampu mencetak gol melalui tendangan bebas Isak Nupapati di menit 40′.

Tersengat gol tersebut, membuat Persema tampil lebih terbuka. Sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti M. Bagus Yulianto pada menit 45+1, membuat gol penyeimbang. Skor pun bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, ritme laga meningkat. Kedua tim sama-sama lebih terbuka dalam upaya mencatatkan gol. Namun taktisnya pertahanan kedua kubu, menjadikan gol kemenangan yang dinanti – nanti tidak kunjung datang. Hingga akhirnya wasit meniup tanda laga usai, skor 1-1 tak berubah. Kedua tim pun harus berbagi poin satu di laga perdana Grup H Liga 3 Jatim.

Pelatih Persema ‘Eweng’ Irwanto menjelaskan bahwa ia sangat puas dengan performa anak asuhnya di laga perdana kali ini. Menurutnya tidak mudah bisa mencuri poin dari kandang Putra Jombang yang bermain dengan sangat ketat.

Adapun kekurangan dari skuad nya menurut Irwanto, ada pada masih belum adanya sosok penyerang bertipikal finisher. Oleh sebab itu, jeda laga berikutnya yang cukup panjang, akan dia manfaatkan untuk meracik strategi yang lebih jitu lagi, khususnya dalam menjebol pertahanan lawan.

“Alhamdullilah di pertandingan pertama away ini kami bisa mengambil poin. Apalagi lawan juga bagus. Saya senang dengan apa yang ditunjukkan para pemain sore ini. Soal kelemahan kita, saya melihat kami masih perlu sosok penyerang haus gol. Mungkin di jeda waktu sebelum lawan Sumbersari di akhir bulan nanti, kita akan drill para pemain,” tutur Eweng.

Sementara, Ketua Umum PSSI Askot Malang Haris Thofly yang menyempatkan hadir di Lapangan Polda Jatim juga mengapresiasi penuh perjuangan para pemain, hingga berhasil memetik satu poin dari Putra Jombang.

“Lawan sangat bagus, dan pertandingan perdana di kandang lawan tidak pernah mudah. Tapi pemain Persema justru mampu tampil tenang dan bisa membawa pulang poin. Saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi kinerja semua yang ada di tim Persema,” kata Haris.

Selanjutnya, Persema baru akan kembali bertanding pada 25 Agustus mendatang. Bertindak sebagai tuan rumah Persema akan ditantang tim sekota Sumbersari FC di Stadion Gajayana Malang.

Exco Federasi Futsal Indonesia Apresiasi Prestasi Tim Kota Malang di Porprov 2019

Keberhasilan tim futsal Kota Malang di Porprov 2019, dengan menempatkan dua tim (putra dan putri) di semifinal, mengundang decak kagum dari salah satu anggota Executive Committe (Exco) Federasi Futsal Indonesia (FFI) Christophorus Taufik. Menurutnya, pengurus futsal dan PSSI Askot Malang berhasil bekerja keras dalam singkat, untuk bisa meraih prestasi terbaik di pesta olahraga terbesar se-Jatim yang baru saja berlalu tersebut.

Menurut pria yang akrab disapa Chris tersebut, apa yang kini diraih oleh kedua tim futsal Kota Malan, jelas bukan hasil kerja instan, meski dalam waktu singkat. Karena, memang Liga Futsal di Kota Malang baru kembali berjalan pada 2018 lalu, baik untuk putra maupun putri, setelah sebelumnya sempat vacum selama empat tahun.

Pria asli Malang tersebut, mengatakan, bahwa kerja keras dan kolektif semua pengurus futsal dan PSSI Askot Malang patut diacungi jempol. Organisasi yang kini dikomandoi oleh Haris Thofly tersebut, dinilai Chris sudah berkembang dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya dalam olahraga futsal.

“Selamat atas keberhasilan tim futsal putri dan putra kota malang yang telah berhasil meraih juara 3 dan juara 2 di Porprov untuk putra, saya sebagai anggota exco Asosiasi Futsal Indonesia sangat yakin keberhasilan suatu tim pasti hasil kerja kolektif, rasanya tidak lengkap jika ucapan selamat tidak diberikan juga kepada Pak Haris Thofly selaku Ketum Pssi Kota Malang,” ucap Chris melalui sambungan jarak jauh, Minggu (28/07).

Selanjutnya, Chris juga berpesan, agar futsal di Kota Malang bisa benar – benar memposisikan diri sebagai industri, sehingga memiliki daya tarik besar terhadap sponsor khususnya.

“Tantangan bagi futsal adalah bagaimana membuat olah raga futsal bisa menjadi industri sehingga bisa menarik sponsor atau bahkan mampu melahirkan bapak angkat dengan merangkul sebanyak mungkin keterlibatan pemangku kepentingan,” pungkas Chris.

Sebelumnya, tim futsal Kota Malang, baik putra, maupun putri berhasil melenggang ke babak semifinal di ajang Porprov 2019. Meskipun belum mampu membawa pulang medali emas, namun keduanya tetap berhasil membawa pulang medali ke Malang. Tim putra menjadi runner up setelah dikalahkan Kota Surabaya di final. Sedangkan tim putri meraih perunggu, setelah mengalahkan tim daerah tetangga Kab. Malang di perebutan tempat ketiga.

Askot PSSI Kota Malang Sambut Baik Keinginan Arema FC Soal Tim Putri

PSSI Kota Malang siap dengan tangan terbuka bekerjasama dengan satu – satunya tim Liga 1 asal Malang Raya, Arema FC terkait dengan pengembangan prestasi sepakbola putri di Indonesia. Hal tersebut terkait dengan segera diluncurkannya Liga 1 Putri, dengan Arema FC sebagai salah satu pesertanya.

Sebelumnya, perwakilan Arema FC Sudarmaji sudah menyatakan kesiapan pihaknya untuk bisa mendukung perkembangan sepakbola wanita di Indonesia, salah satunya dengan mengambil peran sebagai peserta dalam Liga 1 Wanita yang akan dimulai pada Bulan Oktober 2019 mendatang.

Sudarmaji sendiri mengatakan, bahwa pihaknya berkeinginan untuk menggandeng PSSI Askot Malang yang selama ini diketahui memiliki tim putri yang tangguh baik untuk sepakbola, maupun juga futsal. Bahkan baru – baru ini, tim putri Kota Malang, sukses menempati peringkat ketiga di cabor futsal Porprov Jatim 2019.

“Arema FC bersemangat memberikan apresiasi kepada PSSI mndorong adanya Liga 1 Putri karena Seagames 2019 bahkan PON 2020 juga akan dilombakan. Apalagi ini juga menjadi request FIFA. Bagi Arema ini juga untuk mewadahi para pemain sepakbola putri yg berkmbang di Malang, selain juga utk pengembangan melalui Akademi Arema. Rencananya liga outri akan digelar akhir Oktober,”

“Arema akan segera melakukan persiapan. Kami juga mngajak mitra sinergi seperti Askot Malang atau pihak pemda Malang Raya untuk mengbangembangkan sepakbola putri ini afar Malang berprestasi,” tutur Sudarmaji.

Ketum PSSI Askot Malang Haris Thofly (tengah)

 

Menyambut keinginan Arema FC tersebut, Ketua Umum PSSI Askot Malang Haris Thofly menyambut baik. Menurutnya, pihak Askot dengan tangan terbuka siap bekerjasama dengan Arema FC dalam pengembangan dan pembinaan sepakbola putri.

“Tentu, kami  sangat siap dan senang dengan keinginan Arema FC tersebut. Kami sangat terbuka untuk bekerjasama mengembangkan sepakbola putri. Apalagi selama ini kami juga terus melakukan pembinaan, bahkan ada pemain – pemain kami yang terpanggil untuk Timnas,” ucap Haris.

Saat ini, Haris menyebut, pihak Askot akan menunggu komunikasi lanjutan dari Arema FC, terkait dengan bentuk kerjasama dalam pengembangan sepakbola putri tersebut.

“Kami akan tunggu seperti apa bentuk kerjasama dari Arema, namun pada prinsipnya, kami siap bersama – sama dengan pihak manapun untuk bisa mengembangkan sepakbola putri yang punya potensi besar, khususnya di Kota Malang,” pungkas Haris.

Porprov 2019, Siap Jadi Titik Balik Prestasi Sepakbola Kota Malang

Salah satu agenda besar yang diikuti PSSI Askot Malang yaitu Pekan Olahraga Propinsi 2019 sudah berakhir. Secara target PSSI memang gagal memenuhi, yaitu dengan tiga medali emas. Namun secara umum, PSSI yang menerjukan tiga tim (sepakbola, futsal pria dan futsal wanita) sudah membuat tinta emas, dimana tiga tim tersebut sukses menembus babak semifinal.

Tim sepakbola Kota Malang finish di posisi 4-besar pada Porprov 2019. Anak asuh M Amin Zakaria tersebut gagal melenggang ke final, setelah pada semifinal ditundukkan tuan rumah Kab. Tuban 2-0, dimana yang akhirnya Tuban sendiri tampil sebagai jawara pesta olahraga se-Jatim tersebut. Sedangkan di perebutan tempat ketiga, tim Kota Malang dikalahkan tuan rumah lainnya Kab. Lamongan dengan skor 2-1.

Sementara tim futsal pria, harus mengakui keunggulan dari salah satu tim unggulan Kota Surabaya di babak final 4-1. Dimana dalam partai puncak, Surabaya didukung penuh oleh para pendukung Persebaya Surabaya Bonekmania, hingga akhirnya medali perak lah yang bisa dipersembahkan oleh futsal putra.

Di sektor futsal putri, tim kota Malang berhasil meraih medali perunggu. Hasil dari kemenangan atas Kab. Malang di perebutan tempat ketiga dengan skor 4-2. Sedangkan di babak semifinal, tim putri Kota Malang tersingkir, setelah kalah dari Kab. Tulungagung 2-1.

Sehingga total pada Porprov VI 2019, PSSI Askot Malang berhasil meraih 1 medali perak (futsal pria), 1 medali perunggu, dan menempatkan tim sepakbola sebagai semifinalis.

Atas raihan ini, Ketua Umum PSSI Askot Malang Haris Thofly meminta maaf kepada seluruh masyarakat Malang yang selama ini sudah mendukung perjuangan tim sepakbola dan futsal di ajang Porprov 2019.

Ia juga berterima kasih kepada Pemkot Malang, KONI Kota Malang dan seluruh warga Malang yang sudah memberikan dukungan dan restu selama tim asal Kota Malang berjuang di ajang Porprov 2019.

Selain juga menghaturkan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam, atas perjuangan tim sepakbola, futsal pria dan wanita selama ajang Porprov yang diselenggarakan di empat kabupaten tersebut.

“Saya pertama – tama memohon maaf, belum bisa memenuhi target untuk juara di Porprov 2019. Saya mewakili PSSI Kota Malang juga mengucapkan terima kasih sebesar – besarnya kepada masyarakat Kota Malang, pemerintah dan KONI yang sudah selalu mendukung kami selama Porprov 2019,” ucap Haris.

Ucapan terimakasih, terkhusus juga disampaikan Haris Thofly kepada Walikota Malang Sutiaji yang selalu setia mendukung perjalanan tim – tim PSSI mulai dari babak pra hingga pelaksanaan Porprov di Bojonegoro. Begitu juga dengan Kepala PDAM Kota Malang, Mukhlas dan juga kepengurusan KONI Kota Malang, dibawah kepemimpinan Eddy Wahyono.

“Kami haturkan terima kasih kepada Bapak Sutiaji yang sudah selalu menyempatkan waktunya mendampingi dan memberikan masukan kepada kami. Juga kepada Pak Mukhlas dari PDAM dan juga Pak Eddy Wahyono beserta jajarannya di KONI. Mereka selalu mendukung kami langsung di lapangan,” kata Haris.

“Apresiasi mendalam juga kami sampaikan kepada tim sepakbola, futsal pria dan putri yang sudah berjuang keras di lapangan. Bagaimanapun hasilnya, kami tetap bangga,” lanjutnya.

Meskipun secara target belum terpenuhi, namun Haris melihat bahwa apa yang ditunjukkan ketiga tim tersebut, memberikan harapan besar kepada prestasi sepakbola dan PSSI Kota Malang ke depannya. Karena ini merupakan salah satu catatan prestasi, dimana tiga tim bisa sama – sama menembus semifinal di Porprov.

Catatan juga diberikan untuk futsal, yang merupakan hasil dari kompetisi internal PSSI. Dimana sebelumnya Liga Futsal Kota Malang belum pernah terselenggarakan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Sebelum akhirnya dihelat pada medio 2018 lalu selama empat bulan.

“Alhamdullilah, apa yang ditunjukkan tim kami di Porprov 2019, merupakan wujud pembinaan selama ini yang berupaya dibangun pengurus PSSI semuanya. Seperti futsal, liga nya sempat vakum empat tahun, dan akhirnya di 2018 bisa kembali kami selenggarakan. Hasilnya dua tim bisa meraih medali fdi Porprov, meskipun belum maksimal,”

“Namun tentu, ini akan menjadi satu langkah awal bagi kebangkitan sepakbola dan futsal Kota Malang, bukan saja di regional, namun bisa jadi nasional. Kami sekarang sudah punya modal berharga untuk Porprov berikutnya yang akan dilangsungkan pada 2021,” tutup Haris Thofly.

Terimakasih! Futsal Putri Persembahkan Perunggu di Porprov 2019

Perjuangan keras tim futsal putri Kota Malang di Porprov 2019 berbuah manis. Setelah mereka berhasil menggenggam medali perunggu, setelah mengalahkan tim daerah tetangga Kab. Malang 4-2, di GOR Gajah Tuban, Jumat (12/07).

Babak pertama berjalan tidak mudah bagi Kota Malang. Kab. Malang yang bermain rapat dan disiplin dalam bertahan, membuat Shinta Dwi Aremanita dkk kesulitan untuk membuat peluang mencetak gol. Hingga babak pertama hanya berakhir imbang 0-0.

Di paruh waktu kedua, pelatih Kota Malang Agus Abdul melakukan perubahan skema bermain, demi bisa membuat lebih banyak peluang.

Upaya tersebut pun sukses. Keran gol Kota Malang mulai deras mengucur. Diawali dari gol oleh Shinta Dwi Aremanita (27′), kemudian disusul tiga gol lainnya: Staqila Septi Noor (30′, 32′), serta Yuniar Herawati (36′).

Kab. Malang sendiri tidak tinggal diam. Mereka sempat membalas dengan dua gol melalui: Finisia Mega (21′) dan Ika Wahyu (37′).

Ketika terompet panjang dibunyikan, Kota Malang pun mampu unggul, dengan skor 4-2, dan memastikan membawa pulang medali perunggu dari ajang Porprov 2019.