Catat Hasil Spesial di Piala Soeratin, Persema U-17 Tetapkan Target Ini

Tim Persema Junior, baru saja menyelesaikan laga nya di kualifikasi Piala Soeratin 2019 dengan catatan istimewa. Dimana Zidane dkk sukses meraih lima kemenangan dan da satu kali imbang dari enam laga yang dihelat di Malang dan Jember.

Di putaran awal di Malang, Persema mengemas rekor sempurna, dengan tiga kemenangan dari tiga laga.

Pada putaran kedua di Jember, Bledek Biru Licek membukukan dua kemenangan dan satu kali imbang dari lawan-lawannya di grup D.

Alhasil tim besutan pelatih Mahmudiana tersebut sukses menjadi juara grup dengan poin 16, memasukkan 21 gol dan dan baru kemasukan 1 gol. Persema lolos ke fase berikutnya, ditemani Jember United sebagai runner up.

Menurut Manajer Tim Persema U-17 Kistiya Yudha, hasil ini memang bagus. Namun menurutnya masih banyak kekurangan dari Bledeg Biru Licek yang harus diperbaiki jika ingin bisa terus berprestasi di kompetisi sepakbola tertua di Indonesia tersebut.

“Alhamdullilah kami bisa lolos dari fase pertama sebagai juara grup. Namun begitu, kami masih harus bekerja keras. Karena anak-anak masih banyak kekurangan, seperti di felling ball dan stamina. Padatnya jadwal sekolah, juga membuat latihan kurang maksimal,” tutur Yudha.

Soal target, Yudha menyebut dengan hasil ini, manajemen berharap kini Persema Junior bisa meraih hasil 4 besar di Jawa Timur, sekaligus bisa mengunci tiket ke babak nasional.

“Setelah target lolos terlampaui, sekarang kami mentargetkan Persema bisa lolos sampai minimal 4 besar Jatim. Sekarang kami tinggal menunggu jadwal lanjutan dari Asprov,” imbuhnya.

Saat ini Yudha menyebut, timnya sedang dalam persiapan ringan saja. Karena tim pelatih masih akan menanti jadwal dari Asprov PSSI Jatim untuk putaran selanjutnya. Setelah jadwal diketahui, baru program latihan akan diintensifkan.

Imbang 1-1, Persema dan Deltras Saling Support Demi Kemajuan Sepakbola Jatim

Laga pekan ke-6 Liga 3 Zona Jatim, antara tuan rumah Persema Malang dan Deltras Sidoarjo berakhir dengan skor imbang 1-1. Setelah kedua tim bermain dalam laga tunda di Stadion Gajayana Malang, Senin (07/10/2019). Sehari sebelumnya laga tersebut terpaksa dihentikan wasit pada menit ke-61, karena sempat anda insiden masuknya penonton ke area lapangan.

Atas hasil tersebut, baik kubu Persema, maupun Deltras, sama – sama angkat topi atas permainan keduanya. Pelatih Persema ‘Eweng’ Irwanto mengakui bahwa Deltras adalah tim tangguh dan banyak berbenah, jika dibandingkan dengan putaran pertama lalu.

Hanya saja, adanya penundaan, diakui Eweng memang sempat mempengaruhi mental dan fisik pemain Persema, sehingga Bledeg Biru hanya mampu ditahan imbang The Lobster.

“Saya terkejut dengan cara bermain Deltras. Mereka sangat lepas dan berbeda dengan di putaran pertama, ketika kami kalahkan di Sidoarjo. Bisa jadi, karena tanpa beban jadi bisa lepas dalam bermain, berbeda dengan Persema, anak – anak justru sedikit terbebani dengan wajib menang,” ucap Eweng.

“Namun, bagaimanapun, saya salut dengan permainan Deltras. Hanya saja penundaan kemarin, jujur memang berpengaruh dengan peak performance anak – anak. Laga selanjutnya kami harus menang, kalau masih mau jaga peluang lolos,” pungkas Eweng.

Sementara dari kubu Deltras, Pelatih Adi Setiawan, mengakui salut dengan permainan kedua tim di lapangan. Khususnya anak asuhnya, yang bisa mewujudkan target curi poin, seperti yang sebelumnya ia canangkan.

Adi merasa bahwa permainan baik Deltras dan Persema sudah sama baiknya dan enak ditonton. Namun, ia hanya mengeluhkan kepemimpinan wasit yang menurutnya tidak pas, sehingga membuat jalannya laga jadi tidak berjalan dengan baik.

“Baik Deltras dan Persema, keduanya sudah bermain total dan bagus. Saya juga salut dengan Persema. Bagi Deltras sendiri ini juga sudah baik, karena sebelumnya, memang target kami bisa bawa pulang poin dari Malang, dan ini bisa diwujudkan,”

“Keluhan saya pada laga ini hanya satu, yaitu bagaimana kinerja wasit yang masih belum maksimal. Ada beberapa peluang kami yang harus gagal karena keputusan wasit. Ini harus jadi catatan tersendiri,” tegasnya.

Sedangkan gelandang Deltras Ramadhan Abdillah justru mendoakan, agar Persema bisa memperoleh hasil yang terbaik di Liga 3. Karena bagi pihaknya, hasil imbang ini sudah nyaris mengubur impian Deltras untuk bisa lolos ke fase berikutnya.

“Deltras dan Persema sama – sama bagus. Semoga Persema bisa terus sukses. Karena Deltras sudah sulit untuk lolos. Namun kami pemain akan tetap bermain maksimal demi suporter yang selalu mendukung kami,” ucap Ramadhan.

Dalam laga ini, Deltras sempat memimpin terlebih dahulu, setelah di menit 12′ gelandang senior Zaenal Abidin mencetak gol lewat tendangan keras. Namun berselang 10 menit kemudian, Persema menyamakan kedudukan, melalui tandukan Alan Nuri yang arahnya dibelokkan salah seorang pemain belakang The Lobster.

Laga yang akhirnya dihentikan wasit di menit ke 61′, akhirnya kembali diteruskan pada Senin pagi. Dalam sisa waktu kurang dari 30 menit, kedua kubu berusaha saling menyerang, namun dewi fortuna belum jua hadir. Hingga akhirnya wasit meniup peluit panjang skor 1-1 tetap bertahan.

Terpuruk, Deltras Berharap Curi Poin, Persema Tak Terpancing

Laga pekan ke-6 Grup H Liga 3 Zona Jatim akan menghadirkan laga antara tuan rumah Persema Malang dan sang penantang Deltras Sidoarjo. Kedua tim punya motivasi yang berbeda pada duel yang akan dilaksanakan di Stadion Gajayana, Minggu (06/10) tersebut.

Tim tamu Deltras Sidoarjo sendiri saat ini sedang dalam kondisi terpuruk. Seusai dua laga terakhir di Liga 3, mereka menderita kekalahan. Yang terakhir, mereka menyerah 2-0 dari tamunya Putra Jombang.

Menyadari kondisi tersebut, pelatih Deltras Adi Putra Setiawan, ia hanya mentargetkan curi poin dari Malang. Adi berharap anak didiknya bisa termotivasi untuk bangkit di kandang Persema.

“Deltras ini kondisinya sedang kurang baik. Kami sulit menang. Saya berharap para pemain bisa menemukan momentum kebangkitan di Malang. Semoga kami bisa mencuri poin,” tutur Adi.

Soal kekuatan lawan. Adi yang lama berkarir di Malang cukup paham kekuatan Persema. Banyaknya pemain lama yang dipertahankan, menurutnya jadi kekuatan utama Bledeg Biru.

“Persema tim tangguh dan solid. Pemain mereka sudah lama bersama. Seperti Ciputra misalnya. Motivasi mereka juga luarbiasa ketika di Gajayana,” ucap Adi.

Sementara dari kubu tuan rumah, pelatih Irwanto ‘Eweng’ tidak mau terpancing dengan situasi tamunya. Eweng tetap akan menghormati Deltras sebagai tim tangguh yang punya nama besar.

“Kita tidak mau terlena dan berpikir Deltras sedang turun. Karena mereka tetap berbahaya, dan kita tak mau lengah,” ucap mantan punggawa Persema tersebut.

Eweng lebih memilih konsenstrasi kepada perbaikan kelemahan skuatnya sendiri,  demi bisa mewujudkan tiga poin dan finish sebagai juara grup.

“Anak-anak harus memperbaiki finishing touch mereka, dan juga selalu kontrol emosi. Kami ingin bisa meraih tiga poin, dan mewujudkan target juara grup,” urainya.

Cetak Gol di Laga Debut, Yogi Prayogo Pede Loloskan Persema

1 poin Persema dari kandang Sinar Harapan tak lepas dari permainan ngeyel striker anyar Yogi Proyogo. Arek Singosari tersebut melesakkan satu gol penyeimbang di laga debutnya.

Bagi Yogi, gol tersebut sangat spesial, karena terjadi dalam laga krusial dalam kondisi tim tertinggal. Namun ia tak mau merasa khusus, karena bagaimana pun hasil di Sinar Harapan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh tim.

“Alhamdullilah bisa langsung bikin gol. Terimakasih buat semua anggota tim. Karena ini juga berkat kerja keras semua pemain. Yang pasti gol ini bikin saya makin semangat menuju laga berikutnya.

Menurut mantan tukang gedor Metro FC tersebut, saat ini dia dan rekan-rekan di Persema hanya perlu terus saling beradaptasi, demi bisa terus menjaga tren positif Bledeg Biru.

Kerja sama saya dan teman-teman sudah makin padu. Hanya memang perlu lebih diintensifkan. Saya yakin di laga selanjutnya, kami bisa raih hasil yang lebih bagus,” lanjut pemain lincah tersebut.

Yogi pun percaya, bahwa dengan permainan Persema yang semakin meningkat, akan bisa meloloskan klub asli Malang tersebut ke fase berikutnya di Liga 3 Asprov PSSI Jatim.

Persema Tahan Imbang Tuan Rumah Sinar Harapan 1-1

Persema Malang berhasil membawa pulang poin dalam lawatannya ke markas Sinar Harapan di Lapangan Kenongo, Tulangan Sidoarjo. Setelah menahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1, pada Senin (30/09).

Memulai laga dengan pola 4-2-3-1, Persema Malang memang berupaya menguasai lapangan tengah.

Asa tersebut berhasil, karena di babak pertama, Agus Wahedi dkk berhasil menguasai jalannya pertandingan. Tapi ketatnya pertahanan Sinar Harapan membuat anak- anak Bledeg Biru sulit membuat peluang emas.

Justru di menit 21 Persema dihukum tendangan penalti, setelah salah satu pemain Bledeg Biru dinyatakan hand ball di kotak 16. Kapten tim M Fathur Rosi melaksanakan eksekusi dengan sempurna.

Hingga babak pertama berakhir. Persema masih gagal membongkar pertahanan Sinar Harapan.

Memasuki babak kedua, Pelatih Persema Irwanto mengganti Agus Wahedi dengan Ricga Febriyan, dengan tujuan meningkatkan intensitas serangan.

Rencana tersebut berhasil. Gelombang serangan Persema yang digalang Kapten Tim Ciputra semakin lancar.

Hingga puncaknya, sebuah assist sempurna Bagus Yulianto berhasil dimanfaatkan dengan apik oleh Yogi Prayogo pada menit ke-70. Skor pun imbang 1-1.

Usai gol tersebut, tuan rumah mulai menambah level serangan dan permainan. Hingga laga berlangsung lebih keras. Beberapa pelanggaran pun terjadi.

Namun berkat kesabaran pemain Persema. Sampai wasit meniup peluit panjang, Bledeg biru sukses membawa pulang 1 poin.

Hasil ini menjadikan Persema kini memiliki poin 8 dari lima laga di grup H. Laga selanjutnya Persema akan ditantang Deltras Sidoarjo di Stadion Gajayana pada Minggu (06/10).

Away Sinar Harapan, Persema Kantongi Modal Penting

Persema Malang mengawali langkah di putaran kedua Liga 3 Jatim dengan bertandang ke markas Sinar Harapan di Tulangan, Sidoarjo, Senin (30/09).

Sebagai tim tamu, Persema kini dalam kondisi kepercayaan diri tinggi. Menurut pelatih Irwanto, hal itu tidak lepas dari kemenangan dalam laga ujicoba terakhir kontra PON Jatim pekan lalu.

“Dari laga melawan PON Jatim, sebenarnya bukan soal menang kalahnya. Namun mendapatkan lawan dengan level tinggi, membuat saya bisa lebih jauh mengetahui kekuatan dan kelemahan anak-anak. Ini yang sekarang jadi modal kami lawan Sinar Harapan,” ucap pelatih yang akrab dipanggil Eweng tersebut.

Selain peta kekuatan timnya sendiri, Eweng menyebut, bahwa tambahan kekuatan pemain yang direkrut di bursa transfer membuat Persema kini semakin lengkap kekuatannya.

“Melepas tiga pemain, kita datangkan tiga pemain lainnya. Masuknya pemain baru membuat kini kekuatan kami makin komplit, khususnya di lini serang,” lanjutnya.

Ujicoba Kontra Tim PON Jatim, Persema Malang Petik Kemenangan

Persiapan terus dilakukan Persema Malang dalam menyambut putaran kedua Liga 3 Jawa Timur. Salah satunya adalah menggelar ujicoba, melawan tim PON Jatim yang tergabung dalam Semeru FC Lumajang di Stadion Gajayana, Senin (23/09). Dalam laga ini, Bledeg Biru berhasil memenangi laga dengan skor 1-0.

Tim PON Jatim yang dilatih oleh Rudy William Keltjes sejak menit awal memang mencoba mengambil inisiatif penyerangan terlebih dahulu, dengan memainkan possesion football, serta mencoba terus mengurung pertahanan Persema.

Namun, berkat ketelatenan Pasukan Bledeg Biru di lini pertahanan, serangan demi serangan PON Jatim pun berhasil diredam dengan baik. Persema hanya sesekali, mencoba melancarkan serangan balik berbahaya yang digalang duet Alan Nuri dan pemain baru Yogi Prayogo. Namun hingga babak pertama berakhir, kedua tim masih bermain tanpa gol.

Memasuki babak kedua, baik Persema dan PON Jatim sama –  sama mencoba formasi dan pemain baru. Namun perubahan taktik yang dilakukan tuan rumah rupanya lebih efektif. Terbukti, sebuah penetrasi lini depan Persema, berakhir dengan hand ball lawan di kotak 16 dan Persema mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-55.

Sebagai eksekutor Yogi Prayogo berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna. Meskipun tidak terlalu kencang, namun tendangannya berhasil mengecoh kiper Semeru FC.

Usai gol Persema, PON Jatim mencoba meningkatkan intensitas serangan dan menaikkan ritme pertandingan. Namun dengan kesabaran dan kedisiplinan Persema, khususnya di lini belakang, hingga wasit meniup peluit akhir, skor 1-0 tidak berubah untuk keunggulan Bledeg Biru.

Atas hasil ini pelatih Persema Irwanto ‘Eweng’ mengaku cukup puas. Meskipun bagi dirinya masih ada banyak catatan dari performa Ciputra Ari dkk yang harus diperbaiki sebelum laga perdana putaran kedua 29 September mendatang.

“Secara permainan saya cukup puas. Para pemain baru kami bisa cukup nyetel dengan pemain lama. Seperti Yudha di pertahanan dan Yogi yang tadi juga bisa mencetak gol. Namun begitu masih banyak catatan yang jadi bahan evaluasi, sebelum kami bertemu Sinar Harapan nanti. Yang utama ada di masalah emosi. Anak – anak masih sering terbawa emosi, ini bisa mengacaukan ritme pertandingan,” ulas Eweng.

Ditambahkan Eweng, sebelum melakoni laga lanjutan Liga 3 Jatim kontra Sinar Harapan di Lapangan Kenongo, Sidoarjo 29 September mendatang, ia masih akan mengagendakan satu ujicoba lagi bagi Persema.

“Masih ada satu ujicoba lagi, namun kita akan cari lawan yang levelnya di bawah kita. Ini untuk menjaga performa dan peak performance pemain sebelum lawan Sinar Harapan,”tutupnya.

Catat Poin Sempurna Dari Putaran Pertama, Ini Tantangan Persema U-17 di Putaran Kedua, Piala Soeratin 2019

Persema Malang U-17 memang tampil sempurna di putaran pertama  Grup D kualifikasi Piala Soeratin 2019. Tim besutan Mahmudiana tersebut mencatakan tiga kemenangan dari tiga laga, dengan memasukkan 13 gol dan tanpa kebobolan sama sekali. Meskipun begitu bukan berarti menurut Manajer Tim Kristia Yudha tim ini tanpa kekurangan.

Menurut Yudha, Persema Junior memang berhasil memenuhi ekspektasi dengan mendapatkan poin sempurna dari putaran pertama grup D yang dihuni Mojokerto FC, Jember United dan Metro FC tersebut. Hanya saja, yang menjadi sorotannya adalah level emosi dari tim yang dibentuk sejak beberapa bulan yang lalu tersebut.

Menurutnya anak – anak Persema Junior terlalu mudah terpancing emosi, khususnya ketika melawan tim yang bermain dengan karakter keras, seperti ketika bersua Metro FC atau juga Jember United. Karena dalam pandangan Yudha, ketika tim bermain dalam emosi, selain mudah mendapatkan pelanggaran hingga berujung kartu, juga bisa mengacaukan permainan.

“Tentu saja dengan putaran pertama kita bisa meraih poin sempurna ini jadi keuntungan besar bagi kami, di putaran kedua mendatang, ini akan jadi modal besar. Hanya saja, saya masih menyoroti level emosi anak- anak, mereka mudah terpancing, apalagi kalau lawan bermain keras dan cepat. Permainan mereka jadi kurang jalan,” tutur Yudha.

Pria yang sudah puluhan tahun bergelut dengan si kulit bundar ini pun berharap, di putaran kedua di Jember pada awal Oktober mendatang, para pemain Persema Junior lebih sabar dan pintar memainkan emosi.

“Jadi PR kami di manajemen dan pelatih untuk bisa bagaimana anak-anak tidak mudah terpancing emosi, karena tentu jadi merugikan. Apalagi kami akan bermain tandang di Jember, tentu tantangannya akan lebih berat. Memang dari segi usia, ya wajar kalau mudah emosi, hanya tentu kalau bisa lebih terkontrol akan jadi keuntungan besar bagi mereka,” lanjutnya.

Di putaran kedua nanti, Yudha kembali mentargetkan Persema bisa sapu bersih poin, seperti di putaran pertama. Hanya saja, tentu perlu kerja keras lebih dibanding putaran pertama, karena saat ini semua lawan tentu sudah saling mengenal kekuatan.

“Dari segi teknik sudah tidak ada masalah. Anak -anak sudah memenuhi ekspektasi pelatih dan manajemen. Sehingga target kami di putaran pertama, tetap sapu bersih. Tapi tidak akan mudah, karena sekarang semua tim di grup sudah saling tahu kekuatan. Tentu ini jadi tantangan kami untuk bisa meracik taktik terbaik di putaran kedua Jember mendatang,” pungkas Yudha.

Ungguli Metro FC 2-0, Persema U-17 Pastikan Lolos Ke Fase Kedua Piala Soeratin

Bledeg Biru Licek, akhirnya sukses mengunci tiket lolos ke babak berikutnya di Piala Soeratin U-17, setelah pada laga kedua di grup D, Persema Muda menaklukkan tim satu wilayah Metro FC dengan skor dua gol tanpa balas di Stadion UMM Malang, Kamis (12/09).

Bukan perkara mudah bagi Persema U-17 untuk menaklukkan Metro FC. Gengsi derby dan perlawanan ketat dari Macan Kumbang muda, menyulitkan para pemain Persema untuk bermain lepas sepanjang pertandingan. Bahkan dua gol kemenangan Persema didapatkan dari tendangan penalti, hasil pelanggaran pemain Metro FC di kotak terlarang. Gol kemenangan tersebut diciptakan oleh Iman Fathur Arin 24′ dan Ihawanul Muslimin 77′.

Meskipun mensyukuri hasil ini dan serta kesuksesan lolos ke babak berikutnya secara dini, namun pelatih Persema Junior Mahmudiana tetap memberikan beberapa catatan bagi permainan anak didiknya tersebut. Menurut mantan asisten pelatih Persiwa Wamena tersebut, para pemainnya masih terlalu mudah terbawa emosi pada laga kali ini, sehingga bentuk permainan yang sudah dipersiapkan sebelumnya tidak bisa berjalan maksimal.

“Alhamdullilah kami bisa menang dan lolos. Namun masih ada catatan dari permainan anak – anak. Mungkin karena memang tajuknya derby dan lawan bermain sedikit keras, anak – anak jadi mudah terpancing emosi. Sehingga permainan kami kurang berkembang. Ini yang harus kami perbaiki untuk laga – laga selanjutnya,” ucap Mahmudiana.

Disamping itu, Mahmudiana juga memberikan catatan khusus kepada pengadil. Ia berharap wasit dan perangkat pertandingan yang lain bisa bersikap lebih bijaksana dalam laga – laga ke depan. Dalam laga kali ini, ia menyayangkan sikap wasit yang kurang melindungi para pemain muda dalam permainan keras.

“Besar harapan kami, kepada seluruh perangkat pertandingan bisa bersikap bijak dan berjalan sesuai tupoksi. Apa yang terjadi tadi cukup saya sayangkan, karena pengadil kurang bersikap bijak, khususnya dalam melindungi para pemain di lapangan, dan bagaimana bisa mendinginkan suasana,” lanjutnya.

Persema Junior, saat ini tinggal menyisakan satu pertandingan di babak kualifikasi Piala Soeratin Grup D, yaitu melawan Jember United, yang di laga kedua juga berhasil menang (5-0) atas Mojokerto FC. Dalam hal ini, Jember tentu akan bermain ngotot melawan Persema, demi bisa menjaga kans lolos ke babak berikutnya. Menyikapi hal ini, pelatih Mahmudiana belum memastikan apakah dirinya akan melakukan rotasi atau tidak.

“Kami akan evaluasi dahulu. Karena tim yang kami lawan besok juga akan ngotot demi tiket lolos. Sebagai pelatih tentu kami mentargetkan kemenangan di tiap laga. Sehingga ada rotasi atau tidak, kita akan lihat nanti,” tutup Mahmudiana.

Start Menyakinkan Persema Jr di Piala Soeratin Dengan Menang 9-0

Tim Persema U-17 mengawali langkah di ajang Piala Soeratin 2019, dengan sangat menyakinkan. Bledeg Biru Licek menang dengan  skor telak 9-0 pada laga pembuka kontra Mojokerto FC, Rabu (11/09) di Stadion UMM Malang.

Sembilan gol anak asuh Mahmudiana ini dicetak oleh Iman Fatkur 4′ (p), 43′, Abilla Akbar 9′, Bintang Novandi 6′, Ahmad Zidani 35′, 53′, Rafif Isma 31′, dan pemain pengganti Ihwanul Muslimin 62′, 68′.

Hasil ini menurut Manajer Tim Persema Jr, Kistiya Yudha hasil ini sudah memuaskan. Hanya saja, dia meminta anak asuhnya tidak cepat puas, karena lawan dengan level yang lebih berat sudah menanti di laga berikutnya.

“Hasil ini patut kami syukuri. Anak- anak bermain disiplin dalam mengikuti instruksi pelatih, sehingga bisa mendapatkan hasil maksimal,”

“Namun anak-anak harus tetap fokus. Lawan kami Metro FC akan lebih berat. Tantangan juga bertambah karena ini laga derby,” ucap Yudha.

Persema U-17 akan bersua dengan Metro FC U-17 pada laga kedua, Kamis (12/09) di Stadiun UMM. Laga diprediksi berlangsung ketat, selain aroma derby, di laga perdana, Metro FC juga berhasil menang dengan skor 3-0 atas Jember United.