Kalah di Laga Pamungkas Kota Malang Tetap Lolos Ke Babak Utama Porprov

 

Tim Kota Malang yang diproyeksikan untuk Porprov VI, menderita kekalahan 1-0 dari Kota Pasuruan di pertandingan terakhir grup C pada pra Porprov di Stadion Gajayana, Senin (04/03). Meski begitu tim binaan Askot PSSI Kota Malang ini masih melenggang ke babak utama, karena menjadi juara grup.

Kota Malang sendiri, telah memastikan lolos, sebelum laga terakhir mereka jalani, setelah hingga jam pertama laga terakhir, tidak ada tim yang menyamai poin Kota Malang dengan 6 angka.

Bermain pada jam kedua, dan lapangan usai diguyur hujan, membuat Kota Malang bermain lebih berhati-hati. Sedangkan lawannya Kota Pasuruan tampak tampil lebih ngotot, karena mereka masih berusaha mendulang poin dan dan gol, demi mendapatkan posisi runner up terbaik.

Kengototan Pasuruan berbuah hasil, pada menit ke-36 penyerang mereka Agies Armendias berhasil menceploskan gol ke gawang Kota Malang, setelah melakukan serangan balik cepat.

Tersengat gol Pasuruan, anak asuh Amin Zakaria berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun hingga turun minum, skor tidak berubah.

Pada babak kedua, Kota Malang yang bertekad sapu bersih poin, terus menambah eskalasi serangan. Mereka pun unggul possesion atas lawannya. Menyadari hal tersebut, Kota Pasuruan pun menumpuk pemainnya di lini belakang.

Situasi ini menyulitkan pemain Kota Malang untuk bisa membuka peluang. Adapapun beberapa kesempatan mencetak gol yang didapat, gagal dimanfaatkan dengan baik.

Hingga wasit meniup peluit panjang, kemenangan 1-0 untuk Kota Pasuruan tidak berubah.

Hasil ini pun tidak mengubah posisi Kota Malang di puncak dengan enam poin dari tiga laga, dan memastikan mereka tetap melaju ke babak utama Porprov 2019, Juni/Juli mendatang di Bojonegoro/ Tuban.

Buka Peluang Lolos, Tim Porprov Kota Malang Menang Tipis 2-1 Dari Kab. Blitar

 

Tim Porprov Kota Malang membuka peluang untuk lolos sebagai juara grup C di ajang pra Porprov, setelah pada hari kedua, Giovani dkk kembali memetik kemenangan. Kali ini Kota malang menang tipis 2-1 atas tamunya Kabupaten Blitar pada Sabtu (02/03) di Stadion Gajayana Malang.

Sama – sama mengalami kelelahan, karena baru bermain pada hari sebelumnya, kedua tim tampak bermain berhati – hati sejak menit awal.

Baru selepas 15 menit pertama, Kota Malang mulai bisa bermain nyaman, dengan beberapa kali melancarkan serangan berbahaya melalui dua sayapnya. Peningkatan intensitas serangan inipun berbuah hasil. Pada menit ke-28, Kota Malang berhasil menyarangkan gol, melalui aksi pemain depan Alan Nuri.

Unggul satu gol, membuat anak asuh Amin Zakaria ini tampil lebih percaya diri. Hingga akhirnya pada menit ke-31, gol kedua sukses dibuat Kota Malang, lewat sepakan dua belas pas Giovani.

Terlalu nyaman menyerang, akhirnya anak – anak Kota Malang mendapatkan hukuman. Kelengahan di lini belakang, membuat Kabupaten Blitar berhasil mendekatkan ketertinggalan, melalui pemainnya Ardiansyah, pada injury time babak pertama.

Selepas turun minum, Kota Malang mulai mencoba mengatur strategi lagi. Namun Kabupaten Blitar justru mencoba tampil lebih agresif. Meskipun begitu, kali ini lini belakang Kota Malang mampu tampil lebih prima.

Bahkan melalui beberapa serangan balik, Kota Malang nyaris bisa menambah gol. Sayang peluang – peluang yang terjadi masih belum berbuah hasil manis.

Hingga wasit meniupkan peluit panjang, Kota Malang tetap unggul tipis 2-1 dari Kabupaten Blitar. Hasil ini membuat Kota Malang tetap berada di puncak klasemen dengan enam poin.

Meskipun berhasil menang, manajer tim Kota Malang Almira Dea Davita mengakui bahwa timnya belum cukup aman untuk bisa memastikan tiket lolos. Karena masih harus menunggu hasil Kota Pasuruan lawan Kabupaten Mojokerto pada jam laga kedua.

Meskipun punya peluang besar, Dea enggan menggantungkan nasib timnya kepada tim lain. Sehingga ia pun meminta para pemain tetap fight di laga terakhir, demi bisa sapu bersih dan memastikan tiket lolos ke babak final.

“Sangat rawan kalau kami harus jadi runner up terbaik. Sehingga paling aman kami harus sapu bersih semua laga. Kami tak mau menggantungkan nasib kepada tim lain,” ucap Dea.

“Laga hari ini memang banyak yang harus kami evaluasi. Namun saya tetap bangga, karena para pemain sudah menampilkan yang terbaik. Semoga setelah ada istirahat satu hari, pemain akan lebih fresh, dan kami bisa meraih hasil terbaik di laga lawan Kota Pasuruan pada hari Senin nanti,” pungkasnya.

Jelang Pra Porprov, PSSI Askot Malang Helat Doa Bersama

 

Tim sepakbola PSSI Askot Malang menggelar doa bersama, bersama jajaran pengurus dan dan manajemen, jelang pelaksanaan babak grup pra Porprov 1-4 Mei 2019, di Malang.

Doa bersama tersebut diadakan pada Kamis (28/02) malam di mess tim yang ada di kawasan Stadion Gajayana Malang.

Menurut Ketua Umum PSSI Askot Malang Haris Thofly, doa digelar demi bisa melancarkan perjuangan para pemain Kota Malang, demi meraih tiket lolos ke babak utama pesta olahraga terbesar di Jatim tersebut.

“Doa ini sebagai wujud kami berikhtiar kepada Allah SWT. Karena kami juga sudah berusaha mempersiapkan tim ini dengan baik selama beberapa waktu terakhir,” kata Haris.

“Kami juga berharap, agar besok dalam tiap laga, kami bisa mendapat dukungan dari masyarakat Kota Malang. Kami akan berusaha yang terbaik demi nama harum Kota Malang,” lanjutnya.

Sementara manajer tim Porprov Kota Malang Almira Dea Devita mentargetkan agar timnya bisa lolos dari babak kualifikasi terlebih dahulu.

“Karena di Porprov sebelumnya kami gagal lolos. Maka tahun ini minimal kami harus bisa mendapatkan tiket ke babak utama. Melihat semangat anak-anak, saya yakin kami bisa berprestasi tahun ini. Mohon doa dan dukungannya,” kata wanita yang akrab disapa Dea ini.

Kota Malang sendiri sebagai tuan rumah di grup C babak pra Porprov, akan mendapat tantangan dari Kota Pasuruan, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Mojokerto.

Laga perdana, akan dijalani Kota Malang melawan Kabupaten Mojokerto di Stadion Gajayana pada Jumat 1 Mei 2018, pada pukul 15.00 WIB.

Tim Porprov Masih Perlu Benahi Finishing Touch

Tim PSSI Kota Malang yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Propinsi (Porprov) Jatim 2019, masih dinilai lemah di beberapa lini.

Penilaian tersebut disampaikan oleh pelatih tim Porprov Kota Malang M Amin Zakaria. Menurutnya tim Askot PSSI Malang masih perlu di drill lebih lanjut, khususnya dalam penyelesaian akhir.

“Anak-anak secara teknik sudah bagus. Tapi karena latihan baru dua pekan, saya melihat koordinasi masih perlu dibangun. Dan yang paling penting adalah penyelesaian akhirnya,” tutur mantan andalan Persema di era 90an tersebut.

Hal yang hampir sama juga disampaikan Wali Kota Malang H Sutiaji yang turut menyaksikan laga ujicoba tim Porprov Kota Malang kontra Probolinggo di Stadion Gajayana 16 Februari lalu.

“Kalau lihat kemampuan mereka sudah bagus. Tapi saya kira, mereka perlu digenjot staminanya lagi. Saya juga melihat tim ini belum punya karakter. Ini harus ditingkatkan lagi,” tegas H. Sutiaji.

Tim Porprov Kota Malang akan melakoni laga pra porprov pada.1-5 Maret di Stadion Gajayana Malang. Kota Malang bergabung di grup C bersama Kab. Mojokerto, Kota Pasuruan